Jumat, 26 Oktober 2012

MAKALAH POLAPIKIR MANUSIA GALAKSI SENTRIS DAN ASENTRIS


BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang  Masalah
Ilmu alamia Dasar (IAD) sering disebut ilmu pengetahuan Alam (IPA) dan akhir-akhir ini ada juga yang menyebut ilmu kealaman yang dalam bahasa inggris disebut Natural Science atau disingkat sclences dan dalam bahasaindonesia sudah lazim digunakan istilah Sains.
IAD merupakan ilmu pengetahuan yang mengkaji gejala-gejala alam semesta, termasuk bumi ini, sehingga terbentuk konsep dan perinsip. Ilmu Alamia Dasar (IAD) yang disebut juga dengan (Basic Natural Science) hanya mengkaji konsep-konsep dan prinsip-prinsip dasar yang esensial saja.

B.     Rumusan Masalah
Dari latar belakang yang telah ada, maka rumusan permasalahatan yang terkait dengan Perkembangan Pola Pikir Manusia diantaranya :
1.      Perkembangan Pola Pikir Manusia
2.      Galaksi Sentris
3.      Terbentuknya Galaksi
4.      Galaksi
5.      Ciri-ciri Galaksi
6.      Bima Sakti
7.      Asentris

C.    Tujuan Penulisan
Tujuan penulisan makalah ini untuk mengetahui tentang apa itu pola piker manusia, hakekat dan dimensi galaksi sentries dan asentris. Serta ingin memperluas Ilmu Alamiah Dasar, Ilmu Sosial Dasar dan Ilmu Budaya Dasar.

D.    Manfaat Penulisan
Manfaat penulisan makalah ini diantaranya :
1.      Memperluas cakrawala berfikir kita mengenai galaksi.
2.      Sebagai media informasi dalam dunia pendidikan.

BAB II
PEMBAHASAN
A.    Pola Pikir Manusia
Manuasia sebagai mahluk yang berfikir dibekali rasa ingin tahu. Rasa ingin tahu inilah yang mendorong untuk memahami dan menjelaskan gejala-gejala alam serta berusaha untuk memecahkan masalah yang dihadapi.
Pengetahuan yang diperoleh yang semula terbatas dari hasil pengamatan gejala alam yang ada, kemudian semakin bertambah dengan getahuan dari hasil pemikirannya. Kemudian manusia melalui hasil penelitiannya mampu melakukan eksperimen untuk membuktikan dan mencari kebenaran dari suau pengetahuan. Setelah manusia mampu memadukan kemampuan penalaran dengan eksperimentasinya maka lahirlah ilmu pengetahuan yang baru dan mantap.
Manusia sebagai mahluk berpikir dibekali hasrat ingin tahu tentang benda dan pristiwa yang terjadi disekitarnya termasuk juga ingin tahu tentang dirinya sendirinya. Rasa ingin tahu inilah mendorong manusia memahami dan menjelaskan gejala-gejala alam, baik alam besar (Makrokosmos) maupun alam kecil (Mikrokosmos), serta derusaha memecahkan masalah yang dihadapi, dan ini menyebabkan manusia dapat mengumpulkan pengetahuan yang banyak yang disebabkan oleh rasa ingin tahunya dan pola pikirnya. Pengetahuan yang diperoleh ini tidak hanya tersbatas pada objek yang diamati oleh pancaindera saja, tetapi juga masalah-masalah lain, misalnya yang berhubungan dengan baik atau buruk, indah atau tidak indah dengan dapat dipecahkan masalah yang satu maka akan timbullah masalah lain yang menuggu pemecahan dari pola pikir tersebut.
Berlangsunya perkembangan pengetahuan tersebut dipermudah atau diperlancar dengan adanya kemampuan ini maka dapat dilakukan tukar menukar informasi mengenai pengalaman dan pengetahuan yang mereka miliki masing-masing. Perkembangan pengetahuan manusia juga didukung oleh adanya sifat manusia yang ingin maju, sifat manusia yang selalu tidak puas dan sifat yang lebih baik. Mereka selalu berusaha mengerti atau memperoleh pengetahuan yang lebih banyak. Dengan demikian, akumulasi pengetahuan akan berlangsung lebih cepat.
Sejalan dengan perkembangan pengetahuan tersebut, rasa keindahan manusia juga berkembang, maka pengetahuan yang telah dimiliki bukan hanya diterapkan dan digunakan untuk kebutuhan sehari-hari dalam hidupnya yang meliputi kebutuhan praktis saja tetapi juga menyangkut hal-hal yang bertalian dengan keindahan. Maka dengan pola pikirnya manusia dapat di bedakan dengan hewan.

B.     Galaksi Sentris
Dengan perkembangan ilmu pengetahuan  tentang fenomina ilmiah. pada akhirnya diketahui bahwa matahri hanya merupakan salah satu dari beribu-ribu bintang yang beredar mengelilingi pusatnya. Pusat bintang-bintang itu berupa kabut pijar yang sangat besar dikelilingi oleh kelompok bintang yang dan lainnya sangat dekat (cluster) dan juga dikelilingi oleh kumpalan kabut gas pijar yang lebih kecil dari pusatnya (neoble) dan observatorium asrtronomi di Los Angeles County, California, Amerika Serikat. The MWO terletak di Gunung Wilson, yang 5.715 kaki (1.742 m) di puncak Pegegunungan San Gabriel dekat Pasadena, timur laut dari Los Angeles observatorium asrtronomi di Los Angeles County, California, Amerika Serikat. The MWO terletak di Gunung Wilson, yang 5.715 kaki (1.742 m) di puncak Pegegunungan San Gabriel dekat Pasadena, timur laut dari Los Angelesobservatorium asrtronomi di Los Angeles County, California, Amerika Serikat. The MWO terletak di Gunung Wilson, yang 5.715 kaki (1.742 m) di puncak Pegegunungan San Gabriel dekat Pasadena, timur laut dari Los Angelestebaran ribuan bintang. Semua bintang-bintang termasuk matahari disebbut galaksi.Hal ilmiyah yang mendasari muncullah paham galaksi sentris.[1]
Galaksi adalah calon bintang atau kelompok bintang yang jumlahnya ribuan, jutaan yang terdapat di alam semesta.Sehubungan dengan galaksi terdapat suatu hipotesis.[2]tentang dari mana asal galaksi tersebut. Hipoteasis tersebut diajukan oleh Fowler(1957). Menurut Fowler, 12 ribu juta tahun yang lalu galaksi kita ini tidaklah seperti dalam keadaan ini. Ia masih berupa kabut gas hidrogen yang sangat besar sekali yang berada diluar angkasa. Ia bergerak perlahan mengadakan rotasi sehingga keseluruhannya berbentuk bulat. Karena gaya beratnya maka ia mengadakan kontraksi. Massa bagian luar banyak yang tertinggal, pada bagian yang berkisar lambat dan mempunyai berat jenis yang besar terbentuklah bintang bintang.Gumpalan kabut yang menjadi bintang itupun secara perlahan mengadakan kontraksi.Energi potensialnya mereka keluarkan dalam bentuk sinar dan panas radiasi dan bintang-bintang itupun makin turun temperaturnya. Setelah beribu puluh juta tahun ia mempunyai bentuknya yang boleh dikatakan tetap sepertihalnya matahari. Hipotesis itu diyakinkan oleh suatu observasi yang ditujukan kepada pusat galaksi dimana selalu dilahirkan bintang baru baik secara perlahan maupun secara eksplosif.

C.    Terbentuknya Galaksi
Sejak lama manusia telah berusaha memahami alam semesta ini. Pada zaman kejayaan Yunani orang percaya bahwa bumi merupakan pusat dari alam semesta ini (geosentrisme). Namun, pandangan itu berubah sejak abad pertengahan, yang dipelopori oleh Copernicus, menjadi heliosentrik, yaitu mataharilah yang menjadi pusat beredarnya bumi bersama planet-planet lain. Saat itu dianggap sebagai awal dari perkembangan ilmu pengetahuan alam. Pengamatan selanjutnya mengungkapkan bahwa matahari  merupakan salah satu dari beribu-ribu bintang yang beredar mengikuti pusatnya. Pusat bintang-bintang itu berupa kabut gas pijar yang lebih kecil dari pusatnya (nebule) dan tebaran ribuan bintang. Kesemuanya itu termasuk matahari disebut galaksi. Ternyata galaksi itu tidak hanya satu, tetapi beribu-ribu jumlahnya. Galaksi tempat matahari berinduk diberi nama Milky Way atau bima sakti. Apakah semua galaksi itu berpusat dari suatu induk galaksi? Beberapa teori mengungkapkan sebagai berikut:
  1. Teori Ledakan.
Teori ledakan ini bertolak dari asumsi adanya suatu masa sangat besar dan mempunyai berat jenis yang sangat besar, meledak dengan hebat karena adanya reaksi inti. Masa itu kemudian berserakan  dan mengembang dengan sangat cepatnya menjauhi pusat ledakan. Setelah berjuta-juta tahun, masa yang berserakan itu berbentuk kelompok dengan berat jenis yang relatif lebih kecil, yang disebut galaksi yang sekarang. Mereka terus bergerak menjauhi titik pusat yang sama.
  1. Teori Ekspansi dan kontraksi.
Teori ini berlandaskan pemikiran bahwa ada suatu siklus dari alam semesta, yaitu masa ekspansi dan masa kontraksi. Diduga bahwa siklus ini berlangsung dalam waktu 30.000 juta tahun.
Dalam masa ekspansi, terbentuklah galaksi serta bintang-bintang yang bersumber dari reaksi inti hydrogen yang pada akhirnya membentuk berbagai unsur lain yang kompleks. Pada masa kontraksi, galaksi dan bintang-buntang yang terbentuk menyusut mengeluarkan tenaga berupa panas yang sangat tinggi.
Kedua teori ini(teori ledakan maupun teori ekspansi-kontraksi) mendukung suatu kebenaran bahwa partikel yang ada pada zaman dahulu. Berdasarkan teori ekspansi dan kontraksi, senenarnya alam semesta ini tidak berawaldan tidak berakhir (asentris).
  1. Teori Terbentuknya Galaksi
Hipotesis Fowler (1957)
Menurut Flower, dua belas ribu juta tahun yang lalu galaksi kita tidaklah seperti sekarang ini. Bentuknya berupa kabut gas hydrogen yang sangat besar yang berada di ruang angkasa. Ia bergerak perlahan mengadakan rotasi sehingga keseluruhan berbentuk bulat. Karena gaya beratnya, ia mengadakan kontraksi. Massa bagian luar banyak yang tertinggal. Pada bagian yang berkisar lambat dan mempunyai berat jenis yang besar terbentuklah bintang-bintang. Gumpalan kabut yang telah menjadi kabut itu pun secara  perlahan mengadakan kontraksi. Energi potensialnya mereka keluarkan dalam bentuk sinar dan poanas radiasi dan bintang-bintang itu pun semakin turun temperaturnya setelah berpuluh-puluh ribu tahun, ia mempunyai bentuk yang boleh dikatakan tetap, seperti halnya matahari hipotesis itu diyakinkan oleh suatu observasi yang ditujukan pada pusat galaksi, tempat dilahirkannya bintang baru, baik secara perlahan-lahan maupun secara eksplosif.

D.    Galaksi
Galaksi adalah sebuah sistem yang terikat oleh gaya gravitasi yang terdiri atas bintang(dengan segala bentuk manifestasinya, antara lain bintang neutron dan lubang hitam), gas dan debu kosmik medium antarbintang, dan kemungkinan substansi hipotetis yang dikenal dengan materi gelap. Kata galaksi berasal dari bahasa Yunani galaxias, yang berarti "susu," yang merujuk pada galaksi Bima Sakti (bahasa Inggris:Milky Way). Tipe-tipe galaksi berkisar dari galaksi kerdil dengan sepuluh juta bintang hingga galaksi raksasa dengan satu triliun  bintang, semuanya mengorbit pada pusat galaksi. Matahari adalah salah satu bintang di galaksi Bima Sakti; tata surya termasuk bumi dan semua benda yang mengorbit Matahari.
Kemungkinan terdapat lebih dari 100 miliar galaksi pada alam semesta teramati. Sebagian besar galaksi berdiameter 1000 hingga 100.000 parsec dan biasanya dipisahkan oleh jarak yang dihitung dalam jutaan parsec (atau megaparsec). Ruang antar galaksi terisi dengan gas yang memiliki kerapatan massa kurang dari satu atom per meter kubik. Sebagian besar galaksi diorganisasikan ke dalam sebuah himpunan yang disebut klaster, untuk kemudian membentuk himpunan yang lebih besar yang disebut superklaster. Struktur yang lebih besar ini dikelilingi oleh ruang hampa di dalam alam semesta.
Meskipun belum dipahami secara menyeluruh, materi gelap terlihat menyusun sekitar 90% dari massa sebagian besar galaksi. Data pengamatan menunjukkan lubang hitam supermasif kemungkinan ada pada pusat dari banyak (kalau tidak semua) galaksi.
Berdasarkan apa yang tampak dari hasil pengamatan, dapat kita bedakan adanya tiga macam galaksi, yaitu:

A Galaksi Spiral
Galaksi spiral adalah galaksi yang berbentuk seperti spiral dengan tangannya seperti belalai yang keluar dari gas . Bagian utama galaksi spiral adalah halo, bidang galaksi (lengan spiral), dan bulge (bagian pusat galaksi yang menonjol). Lengan lengan galaksi berspiral berisi, bintang tua, bintang muda, gas dan debu yang berputar mengelilingi bumi. Bintang-bintang tua terdapat pada gugus-gugus bola yangtersebar menyelimuti galaksi. Gugus bola adalah kumpulan bintang-bintang yang berjumlah puluhansampai ratusan ribu bintang yang lahir bersama-sama, mengumpul berbentuk bola. Gugus-gugus bola inilah yang membentuk halo bersama sama dengan bintang-bintang yang tidak terdapat di bidang galaksi. Bintang bintang muda terdapat di lengan spiral galaksi yang berada di bidang galaksi. Bintang-bintang muda ini masih banyak diselimuti materi antar bintang, yaitu bahan yang membentuk bintang itu. Bulge pada galaksi spiral adalah bagian yang paling padat. Pada Bima Sakti, pusat galaksi terletak diarah Rasi Sagittarius, tetapi kita tidak dapat mengamatinya dengan mudah, karena materi antar bintangbanyak menyerap cahaya yang berasal dari pusat galaksi itu. Galaksi spiral berotasi dengan kecepatanyang jauh lebih besar dari galaksi elips. Kecepatan rotasinya yang besar itulah yang menyebabkan galaksiini memipih dan membentuk bidang galaksi. Besar kecilnya kecepatan rotasi pada galaksi spiral inibergantung pada massa galaksi tersebut. Kecepatan rotasi tiap bagian galaksi spiral sendiri tidaklahsama. Semakin ke arahpusat galaksi, kecepatan rotasinya semakin besar dan tampak seperti pusaran apiraksasa dan mempunyai bentuk yang teratur.Galaksi spiral dibagi menjadi 2 :-
 Galaksi spiral normal, memiliki lengkungan spiral yang keluar dari inti yang terang.-
 Galaksi spiral berpalang memiliki lengkungan spiral terluar dari tepi - tepi paling ujung darisebuah palang pada intinya.Ciri-ciri galaksi spiral : Mempunyai inti (pusat) yang berbentuk roda atau batang. Mempunyai selubung bulat yang membungkus pusat yang terdiri dari bintang dan gugus bintang. Mempunyai lengan spiral yang mengelilingi pusat di daerah Katulistiwa.Ciri-ciri Galaksi Spiral: Mempunyai inti (pusat) yang berbentuk roda atau batang. Mempunyai selubung bulat yang membungkus pusat yang terdiri dari bintang dan gugus bintang. Mempunyai lengan spiral yang mengelilingi pusat di daerah Katulistiwa.

B Galaksi Berbentuk Elips
Jenis galaksi Elip adalah jenis galaksi yang diperkirakan mempunyai bentuk ellipsoidal dan terlihat lembut karena terang nya cahaya antar bintang, hampir keseluruhan bentuk fisik nya rata dan terang. Morfologi dari galaksi eliptikal ternyata sangat bermacam-macam mulai dari yang berbentuk hampir bulat seperti eplisoidal hingga hampir berbentuk datar. Dengan beraneka macam nya bentuk yang ada, hal ini ternyata sangat mempengaruhi jumlah dari banyak nya bintang yang ada didalam sebuah galaksi. Mulai dari ratusan juta bintang hingga lebih dari satu trilyun bintang. Klasifikasi morfologi eliptikal ini telah diklasifikasikan oleh Edwin Hubble dalam skema klasifikasi Hubble. Contoh dari jenis Eliptikal galaksi adalah M32, M49 dan M59.[3]


C Galaksi Berbentuk Tak Beraturan
Jenis galaksi tak beraturan yang dimaksud adalah jenis galaksi yang bentuk nya bukan eliptikal maupun spiral. Pada jenis galaksi ini bentuk dari galaksi sangat bermacam-macam ada yang disebut “Dwarf” Galaksi atau galaksi cebol yang dikarenakan besar galaksi ini lebih kecil dari galaksi pada umumnya, Ring Galaksi yaitu galaksi yang bentuk nya seperti cincin yang mana ditengahnya ada pusat dari galaksi dan Lentikular galaksi dimana Bentuk dari galaksi ini merupakan perpaduan antara jenis Eliptikal dan Spiral. Contoh dari jenis Dwarf Galaksi adalah M110, Ring Galaksi adalah Objek Hoag dan Lentikular galaksi adalah NGC 5866.HG

E.     Ciri-ciri Galaksi
Antaralain cirinya sebagai berikut:
         Galaksi mempunyai cahaya sendiri bukan cahaya pantulan
         Galaksi-galaksi lainnya dapat terlihat berada diluar galaksi bimasakti
         Jarak antara galaksi yang satu dengan yang lainnya jutaan tahun cahaya
         Galaksi mempunyai bentuk-bentuk tertentu
Menurutpara ahli astronomi, ruang antara galaksi yang satu dengan galaksi yang lainnya tidak kosong tetapi mengandung materi yang disebut zat inter galaksi. Zat inter galaksi ini seperti zat interstellair yang terdiri dari proton,elektron, ion linnya yang bergerak simpang siur dalam jagat raya ini.[4]
Ada beberapa macam galaksi yang sudah diketahui oleh manusia, antara lain :
         Galaksi bima sakti. Galaksi bima sakti merupkan galaksi dimana bumi berada. Galaksi ini memiliki bentuk spiral dengan diameter kira-kira 100000 tahun cahaya.
         Galaksi magellan. Galaksi magelan merupakan galaksi yang paling dekat dengan galaksi bima sakti. Jaraknya kurang lebih 150000 tahun cahaya dan berada dibelahan langit selatan.
         Galaksi ursa mayor. Galaksi ini berjarak 10000000 tahun cahaya dari galaksi bimasakti. Bentuk galaksi ini adalah elips dan rapat.
         Galaksi jauh. Galaksi-galaksi yang terletak lebih dari 10000000 tahun cahaya dari galaksi bimasakti termasuk galaksi jauh. Contohnya: galaksi silvery, triangulum, dan whirlpool.
Surya Galaksi sentris dimulai tahun 1920 yang ditandai dengan pembangunan teleskop raksasa di Amerika Serikat sehingga dapat memberikan informasi yang lebih banyakmengenai galaksi. Di California terdapat dua buah observatoria:
         Mount Wilson dengan pemantulan1,5 meter
The Mount Wilson Observatory (MWO) adalah observatorium asrtronomi di Los Angeles County, California, Amerika Serikat. The MWO terletak di Gunung Wilson, yang 5.715 kaki (1.742 m) di puncak Pegegunungan San Gabriel dekat Pasadena, timur laut dari Los Angeles. Observatorium berisi dua teleskop historis penting: 60 inci (1,5 m) Hale teleskop yang dibangun pada tahun 1908, dan 100 inci (2,5 m) Hooker teleskop, yang merupakan teleskop terbesar di dunia dari selesai pada tahun 1917 sampai tahun 1948.Gunung Wilson merupakan evolusi observatorium modern, dan salah satu tempat paling penting di sejarah ilmiah . George Ellery Hale 60-inci, yang tidak lagi digunakan untuk penelitian, ini akan digunakan untuk studi klasifikasi spektral bintang, yang merupakan dasar dari astronomi modern. 60-inci Teleskop Hale merupakan yang terbesar di dunia 100 tahun yang lalu, tetapi dalam waktu 10 tahun, digantikan oleh lingkup 100-inci berikutnya. Edwin Hubble menemukan bahwa noda-noda dari nebula, bahwa alam semesta berkembang, dan bahwa kecepatan sepadan dengan perluasan Big Bang atau penciptaan. Observatorium Mount Wilson menjadi observatory primer selama 40 tahun.
         Mount Palomar dengan pemantulan 2,5 meter
Teleskop Palomar 200-inci membantu merevolusi astronomi modern – dan baking modern.Para pembuat cermin menghabiskan hampir $ 1 juta – dolar pada tahun 1934 – dan masih tidak dapat membuat cermin kuarsa cukup besar. George Ellery Hale, yang memimpin Palomar sebagai ciptaan-nya Mt. Wilson meminta cermin 200-inci terbuat dari campuran baru yang disebut kaca Pyrex. Perubahan suhu membuat Pyrex memperluas dan kontrak lebih kecil dari kaca biasa, kaca Pyrex, jadi kurang rentan terhadap masalah distorsi

F.     Bima Sakti
Induk dari matahari adalah galaksi bima sakti atau milky way. Bima sakti berbentuk seperti spiral. Tetangga terdekat dari bima sakti adalah galaksi. Andromeda yang juga berbentuk spiral dan jauhnya 780.000 tahun cahaya (cahaya bergerak dengan kecepatan300.000 km/detik. Jadi, 1 tahun cahaya berjarak:300.000 x 365 ¼ x 24 x 60 x 60 km= 1013 km
Bima sakti berbentuk bulat pipih seperti kue cucur. Model dari bima sakti tampak pada gambar berikut:
Letak matahari dan bumi kira-kira sejauh 2/3 dari pusat galaksi sampai batas tepian luarnya. Bulatan-bulatan yang terletak dibawah dan di atas pusat galaksi adalah kumpulan bintang (globular). Dalam satu galaksi ada yang mencapai 1000 kumpulan bintang seperti itu. Galaksi mengadakan rotasi engan arah yang berlawanan eengan jarum jam.
Bima sakti memiliki tidak kurang dari 100 ribu juta bintang. Selain itu, masuh terdapat gumpalan kabut gas maupun semacam galaksi kecil yang banyak jumlahnya.

G.    Asentris
Terdapat beberapa eksperimen yang menemukan bahwa terdapat banyak galaksi yang masing-masing berinduk pada suatu induk galaksi dimana masimg-masing induk galaksi memiliki sistemnya sendiri dan tidak tergantung pada suatu induk galaksi lainnya.Pemahaman demikian, pada giliranya mewujudkan paham asentris.Yang menegaskan bahwa tidak terdapat pusat inti dalam alam semesta ini.
Asentris (a=tidak) merupakan anggapan bahwa tadak perlu lagi adanya pusat-pusatan dalam alam semesta ini. Semuanya beredar dalam konstelasi ilmiah. Dengan paham ini manusia semakin kecil jika dihadapkan pada alam semesta yang tidak terbatas ukurannya sehingga secara agama semuanya dikembalikan pada Tuhan sebagai Sang Pencipta alam. Paham asentris juga muncul berdasarkan teori ekspansi dan kontraksi.Teori ini berlandaskan pemikiran bahwa ada suatu siklus dari alam semesta, yaitu masa ekspansi dan masa kontraksi. Diduga bahwa siklus ini berlangsung dalam waktu 30.000 juta tahun.Dalam masa ekspansi, terbentuklah galaksi serta bintang-bintang yang bersumber dari reaksi inti hydrogen yang pada akhirnya membentuk berbagai unsur lain yang kompleks. Pada masa kontraksi, galaksi dan bintang-bintang yang terbentuk menyusut mengeluarkan tenaga berupa panas yang sangat tinggi.Berdasarkan teori ekspansi dan kontraksi, senenarnya alam semesta ini tidak berawaldan tidak berakhir (asentris).[5]


BAB III
PENUTUP
A.    Kesimpulan
Berdasarkan ulasan diatas, dapat disimpulan bahwa perkembangan pengetahuan dan pola piker manusia besrsifat progresif yaitu berjalan dari yang sederhana menuju pada kondisi yang lebih kompleks dan sophishicated. Dari sisi lain, sangatlah jelas bahwa ilmu pengetahuan manusia diproses melalui nasionalisasi dan empirisasi.Perpaduan itu dapat disebut dengan pendekatan ilmiah.
          Penelitian ilmiah di laksanakan secara sistematis(rasionalisasi) dan terdeteksi berdasarkan data-data empiris, Sehingga menghasilkan suatu teori.
          Suatu teori selalu dapat di uji dalam hal validitasi.Artinya bilamana di adakan penelitian ulang yang di lakukan oleh siapapun dengan langkah yang serupa atau pada kondisi yang sama akan diperoleh hasil yang konsisten.
Tahap-tahap pola pikir manusia:
    Antroposentris
Anggapan bahwa manusia yang menjadi pusat segalanya.
    Geosentris
Anggapan bahwa bumi pusat alam semesta.
    Heliosentris
Anggapan bahwa matahari pusat alam semesta.
    Galaksisentris
Anggapan bahwa galaksilah pusat dari tata surya.
    Asentris
Tidak ada yang menjagi pusat,semua beredar dalam kontelasi alamiah
B.     Saran
Makalah ini ditulis dengan latar belakang dan tujuan seperti dipaparkan pada bagian depan makalah ini. Dari penulis mengajak:
·         Mengkaji lebih luas dan lebih dalam dari sudut pandang yang lain terhadap pola pikir khususnya pola pikir galaktosentris dan asentris.
·         Mengambil manfaat dan nilai-nilai perkembangan pola pikir manusia, sehingga kita dapat bertindak arif dalam menjalani kehidupan.

DAFTAR PUSTAKA

Susanto, Edi,” buku ajar ilmu alamiah dasar”,pamekasan stain press,2006
Yasin, Maskoeri, “ilmu alamiah dasar”, rajawali pers, jakarta, 1997
Mawardi, Hayati, Noer,” IAD,IBD,ISD”, pustaka setia, bandung
Haryanto, Rusdy, “ilmu alamiah dasar”, raben perdana malang
Fahrul Rizal, dkk., “Antroposentris, Geosentris, Heliosentris, Galaktosentris, Asentris”, Hijri Pustaka Utama, Jakarta, 2006
uli, Marah, Mulyadi, h. Asep, “ geografi untuk sma dan ma kelas x,esis”
Wardiyanto K. , “ geografi untuk sma kelas x”, erlamgga, jakarta


[1] Rudi Haryanto, Ilmu Alamiah Dasar, keben perdana, malang
[2]Hipotesis bermakna dugaan. Karena dugaan perlu dibuktikan kebenarannya, sehingga dari hasil pembuktian itu dapat di tentukan suatu hipa tensis apakah akan diterima apakah tidak.
[3] Didalam buku “astro fisika, mengenal bintang” (102:1984) Winardi Sutantyo

[4] K. wardiatmoko,geografi untuk kelas x, erlangga
[5]Mawardi. Nurhayati, iad.isd.ibd,cv pustaka setia bandung

MAKALAH IDENTITAS NASIONAL


BAB I
PENDAHULUAN

  1. Latar Belakang
Dewasa ini, pengetahuan kita mengenai identitas nasional sangatlah kurang, anak muda zaman sekarang lebih megetahui tentang moderanisasi ketimbang identitas negaranya sendiri. Pengaruh kebudayaan luar menyebabkan kurangnya pengetahuan kita mengenai proses pembentukan negarannya. Kurangnya pengetahuan akan hak dan kewajiban kita sebagai warga Negara menimbulkan hilangnya rasa persatuan kita baik terhadap sesama maupun Negara. Masing-masing Individu lebih mementingkan kepentingannya sendiri, tanpa ada rasa ingin tahu terhadap negarannya.
Sebagai warga Negara Indonesia yang baik, haruslah memiliki rasa Integrasi nasional. Yaitu suatu sikaf kepedulian terhadap sejarah, kebudayaan, suku bangsa, agama, dan bahasa, yang kemudian unsur-unsur ini menjadi salah satu identitas nasional.
Dalam makalah ini, kami ingin menjelaskan tantang identitas nasional, serta penyebab terjadinya identitas nasional dan upaya yang harus dilestarikan dalam melestarikan identitas nasional.

  1. Rumusan Masalah
Dari latar belakang yang telah ada, maka rumusan permasalahatan yang terkait dengan identitas nasional diantaranya :
  1. pengertian Identitas Nasional
  2. Hakekat dan dimensi Identitas Nasional
  3. unsur-unsur pembentukan Identitas Nasional

  1. Tujuan Penulisan
Tujuan penulisan makalah ini untuk mengetahui tentang apa itu identitas nasional, hakekat dan dimensi identitas nasional, dan unsur-unsur Identitas Nasional. Serta ingin memperluas ilmu pengetahuan nasional.

  1. Manfaat Penulisan
Manfaat penulisan makalah ini diantaranya :
1.         Memperluas cakrawala berfikir kita mengenai hal-hal yang menjadi
identitas nasional yang ada di Indonesia.
2.         Sebagai media informasi dalam dunia pendidikan

BAB II
PEMBAHASAN

A. Pengertian Identitas Nasional
Secara etimologi, kata identitas berasal dari kata Identity (Bhs. Inggris), yang berarti cirri-ciri, tanda-tanda atau jati diri yang melekat pada diri seseorang sebagai pembeda dengan orang lain. Dalam term antropologi, identitas adalah sifat yang khas yang menerangkan dan sesuai dengan kesadaran diri pribadi, golongan sendiri, kelompok sendiri, komunitas sendiri, atau Negara sendiri. Mengacu pada pengertian tersebut, maka pada dasarnya identitas tidak terbatas pada individu semata tetapi berlaku pula pada suatu kelompok[1].
Adapun kata nasional, berasal dari kata nation (Bhs. Inggris), merupakan identitas yang melekat pada kelompok-kelompok yang lebih besar yang diikat oleh kesamaan-kesamaan, baik fisik maupun budaya, agama, dan bahasa maupun non fisik seperti budaya, agama, dan bahasa maupun non fisik seperti keinginan, cita-cita, dan tujuan. Himpunana kelompok-kelompok inilah yang kemudian disebut dengan istilah identitas bangsa atau identitas nasional yan pada akhirnya melahirkan tindakan kelompok (collective action) yang diwujudkan dalam bentuk organisasi atau pergerakan-pergerakan yang diberi atribut-atribut nasional. Kata nasional sendiri tidak bisa dipisahkan dari kemunculan konsep nasionalisme yaitu suatu paham mengenai kebangsaan.
Banyak kalangan berpendapat bahwa gelombang demokratisasi dapat menjadi ancaman serius bagi identitas suatu bangsa termasuk Indonesia. Dewasa ini, hampir tidak satu bangsapun di dunia bisa terhindar dari gelombang besar demokratisasi. Gelombang demokrasi yang ditopang oleh kepesatan teknologi informasi telah menjadikan dunia seperti perkampuangan global (global village) tanpa sekat pemisah. Lalu dimanakah identitas lokal berada dan bagaimana sebaliknya suatu bangsa menjadi bagian dari proses demokrasi global tanpa harus kehilangan identitas nasionalnya.
Berdasarkan pada fenomena tersebut, makalah ini akan membahas tentang identitas nasional: pengertian, unsur-unsur pembentuk identitas dan multi kulturalisme. Setelah pembahasan ini saudara diharapkan dapat:
  • Memahami hakikat dan dimensi identitas nasional.
  • Memahami unsur-unsur pembentukan identitas nasional.

B. Hakikat dan Dimensi Identitas Nasional
Identitas adalah ungkapan nilai-nilai budaya suatu bangsa yang bersifat khas dan membedakan dengan bangsa yang lain. Kekhasan yang melekat pada sebuah bangsa yang dikaitkan dengan sebutan “identitas nasional”. Namun demikian, proses pembentukan identitas nasional bukan sesuatu yang sudah selesai, tetapi suatu yang terus berkembang dan kontekstual mengikuti perkembangan zaman. Sifat identitas nasional yang relatif dan kontekstual mengharuskan setiap bangsa untuk selalu menyegarkan pemahaman dan pemaknaan terhadap jati dirinya. Pertanyaan reflektif seyogianya di tujukan kepada identitas-identitas khas yang salama ini melekat kepada bangsa Indonesia.
Pertanyaan kritis terhadap identitas nasional, seperti betulkah kita bangsa yang ramah atau benarkah kita bangsa yang santun dan agamis, perlu terus di lakukan dalam rangka menggali, menemukan identitas nasional Indonesia, dan bahkan menciptakan identitas baru Indonesia yang demokratis, toleran, dan anti kekerasan. Secara umum beberapa unsur yang terkandung dalam identitas nasional antara lain:

  1. Pola prilaku
Adalah gambaran pola prilaku yang terwujud dalam kehidupan sehari-hari, misalnya adat istiadat, budaya dan kebiasaan, ramah tamah, hormat kepada orang tua, dan gotong royong merupakan salah satu identitas nasional yang bersumber dari adat istiadat.
  1. Lambang-lambang
Adalah sesuatu yang menggambarkan tujuan dan fungsi negara. Lambang-lambang ini biasanya dinyatakan dalam Undang-Undang, misalnya bendera, bahasa dan lagu kebangsaan[2].
  1. Alat-alat perlengkapan
Adalah sejumlah perangkat atau alat-alat perlengkapan yang digunakan untuk mencapai tujuan yang berupa bangunan, peralatan dan teknologi, misalnya candi, masjid, gereja, pakaian adat, teknologi bercocok tanam, dan teknologi seperti kapal laut, pesawat terbang, dan lainnya.
  1. Tujuan yang ingin dicapai
Yang bersumber dari tujuan yang bersifat dinamis dan tidak tetap, seperti budaya unggul, prestasi dalam bidang tertentu. Sebagai sebuah bangsa yang mendiami sebuah negaraa, tujuan bersama bangsa Indonesia telah tertuang dalam pembukaan UUD 1945, yakni keceerdadasan dan kesejahteraan bersma bangsa Indonesia.

C. Unsur-unsur Pembentukan Identitas Nasional
Salah satu identitas bangsa Indonesia adalah dikenal sebagai sebuah bangsa yang majemuk. Kemajemukan Indonesia dapat dilihat dari sisi sejarah, kebudayaan, suku bangsa, agama dan bahasa.
  1. Sejarah
Menurut catatan sejarah, sebelum menjadi negara, bangsa Indonesia pernah mengalami masa kejayaan yang gemilang. Dua kerajaan Nusantara, Majapahit dan Sriwijaya misalnya, dikenal sebagai pusat kerajaan Nusantara yang pengaruhnya menembus batas-batas teritorial di mana dua kerajaan itu berdiri[3].
Kebesaran dua kerajaan Nusantara tersebut telah membekas pada semangat perjuangan bangsa Indonesia pada abad-abad berikutnya ketika penjajah asing menancapkan kuku imperialismenya. Semangat juang bangsa Indonesia dalam menbgusir penjajah, menurut banyak ahli, talah menjadiciri khas tersendiri bagi bangsa Indonesia yang kemudian menjadi salah satu unsur pembentukan identitas nasional Indonesia.
  1. Kebudayaan
Aspek kebudayaan yang menjadi unsur pembentukan identitas nasional meliputi tiga unsur, yaitu akal budi, peradaban, dan pengetahuan. Akal budi bangsa Indonesia dapat dilihat pada sikap ramah dan santun kepada sesama. Sedangkan, unsur identitas beradabannya tercemin dari keberadaan dasar negara Pancasila sebagai nilai-nilai bersama bangsa Indonesia yang majemuk. Sebagai bangsa maritim, kendala bangsa Indonesia dalam pembuatan kapal Pinisi dimasa lalu merupakan identitas pengetahuan bangsa Indonesia lainnya yang tidak dimiliki oleh bangsa lain di dunia[4].
  1. Suku Bangsa
Kemajemukan merupakan identitas lain bangsa Indonesia. Namun demikian, lebih dari sekadar kemajemukan yang bersifat alamiah tersebut, tradisi bangsa Indonesia untuk hidup bersama dalam kemajemukan merupkan unsur lain yang harus terus dikembangkan dan dibudayakan. Kemajemukan alamiah bangsa Indonesia dapat dilihat pada keberadaan lebih dari ribuan kelompok suku, beragam bahasa, budaya, dan ribuan kepulauan.
  1. Agama
Keanekaragaman agama merupakan identitas lain dari kemajemukan alamiah indonesia. Dengan kata lain, keragaman agama dan keyakinan di Indonesia tidak hanya dijamin oleh konstitusi negara, tetapi juga merupakan suatu rahman Tuhan Yang Maha Esa yang harus tetap dipelihara dan dsyukuri bangsa Indonesia. Mensyukuri nikmat kemajemukan dapat dilakukan dengan sikap dan tindakan untuk tidak memaksakan keyakinan dan tradisi, baik mayoritas maupun minoritas, atas kelompok lainnya[5].
  1. Bahasa
Bahasa indonesia adala salah satu identitas nasional Indonesia yang penting. Sekalipun Indonesia memiliki ribuan bahasa daerah, kedudukan bangsa Indonesia (bahasa yang digunakan bangsa Melayu)[6] sebagai bahasa penghubung (linguafranca) sebagai kelompok etnis yang mendiami kepulauan Nusantara memberikan identitas tersendiri bagi bangsa Indonesia.
Peristiwa Sumpah Pemuda tahun 1929[7], yang menyatakan bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan bangsa Indonesia, telah memeberikan nilai tersendiri bagi pembentukan identitas nasional bangsa Indonesia. Lebih dari sekedar bahasa niasional, bahasa Indonesia memiliki nilai tersendiri bagi bangsa Indonesia; ia telah mmberikan sumbangan besar pada pembentukan persatuan dan nasionalisme Indonesia.

BAB III
PENUTUP
  A.        Kesimpulan
Identitas nasional adalah suatu ciri yang dimiliki oleh suatu bangsa yang terkandung unsur-unsur pembentuk seperti suku bangsa, agama, kebudayaan, dan bahasa. Dalam era globalisasi tatantangan kita dalam mempertahankan identitas negara kita sangat berat karena mulai berkurangnya nilai-nilai yang berada di dalam masyarakat.

 B.        Saran
Sebagai generasi penerus bangsa, sudah seharusnyalah kita menjaga nilai-nilai budaya bangsa Indonesia sebagai identitas dari negara kita. Janganlah budaya kita di ambil oleh orang lain, karena dari kita sering menyampingkan budaya negara kita sendiri.



DAFTAR PUSTAKA

Trianto S.Pd., Triwulan Tutik, S.H.,M.H. Falsafah Negara & Pendidikan Kewarganegaraan: Prestasi Media. Jakarta 2007.
Dede Rosyada. Pendidikan Kewarga Negaraan (Civic Education); Demokrasi Hak Asasi Manusia Dan Masyarakat Madani. Prenada Media. Jakarta 2003.
Undang-undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945
Kridalaksana H. 1991. Pendekatan tentang Pendekatan Historis dalam Kajian Bahasa Melayu dan Bahasa Indonesia. Dalam Kridalaksana H. (penyunting). Masa Lampau bahasa Indonesia: Sebuah Bunga Rampai. Penerbit Kanisius, Yogyakarta.
Asmadi T.D. Arti Tanggal 2 Mei bagi Bahasa Indonesia. Laman Lembaga Pers Dr. Sutomo. Edisi 08 Februari 2010. diakses 5 Maret 2010.


[1] Tim ICCE UIN Syarifhidayatullah Jakarta, 2003, Demokrasi, Hak Asasi Manusia, Dan Madani, Jakarta: ICCE UIN Syarif Hidayatullah, h. 23
[2] UUD 1945. Bab XV. Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara, serta Lagu Kebangsaan. Pasal 35,36
[4] UUD 1945. Bab XIII Pendidikan dan Kebudayaan. Pasal 31, ayat 1 dan 2
[5] UUD 1945. Bab XI. Agama. Pasal 29, ayat 2.
[6] Kridalaksana H. 1991. Pendekatan tentang Pendekatan Historis dalam Kajian Bahasa Melayu dan Bahasa Indonesia. Dalam Kridalaksana H. (penyunting). Masa Lampau bahasa Indonesia: Sebuah Bunga Rampai. Penerbit Kanisius, Yogyakarta.
[7] Asmadi T.D. Arti Tanggal 2 Mei bagi Bahasa Indonesia. Laman Lembaga Pers Dr. Sutomo. Edisi 08 Februari 2010. diakses 5 Maret 2010.

Share It